Berita Kesehatan - Ketika kita sedang mengalami yang namanya patah hati, pastinya seperti dunia serasa mau kiamat. Apalagi pada saat diri kita benar-benar tulus kepadanya mencintai dirinya, maka untuk move on adalah merupakan hal yang mustahil. Akan tetapi, untuk saat ini kita tidak perlu khawatir lagi.
Para psikolog telah mendapatkan cara supaya patah hati segera pergi dari kehidupan kita. Psikolog Dr Guy Winch, penulis How To Fix A Broken Heart, telah berkali-kali menghadapi pasien yang sedang patah hati.
Dengan menggunakan riset, makalah, serta pengalaman menangani banyak pasien patah hati, Winch merangkum beberapa masalah paling sering di jumpai pada saat patah hati ,serta bagaimana cara atau solusi dalam menanganinya seperti di bawah ini.
1. Tidak Bisa Menerima Kenyataan Tentang Kandasnya Suatu Hubungan.
Disaat suatu hubungan berakhir, kita sering kali mengingat akan suaranya, serta membaca kembali pesan lamanya ataupun melihat foto-foto yang mengabadikan momen indah bersamanya. Kita bahkan juga kerap mengurung diri dari dunia luar seperti halnya dengan sosok seorang pecandu narkoba. Yah, jatuh cinta mirip seperti mengonsumsi narkoba, dan putus cinta sama seperti kita berusaha berhenti pada ketergantungan narkoba.
Menurut Winch, pada saat kita patah hati, otak kita merespons cara yang sama dengan pecandu yang menarik diri dari obat-obatan terlarang semacam heroin. Akan tetapi, sama seperti pecandu yang perlu melawan desakan untuk menggunakan narkoba, mereka yang patah hati perlu untuk berpikir rasional.
Berikut Solusinya
Winch berpendapat, jika kita perlu memahami mengapa arti dari suatu perpisahan itu bisa terjadi, supaya kita bisa move on dari kisah cinta yang putus di tengah jalan tersebut. Dirinya juga memberi saran supaya kita mendengarkan pada saat sang bajingan atau mantan memberitahu mengapa kita harus berpisah. Dan, jangan memberikan alasan tersendiri sehingga akan membuat memperkeruh suasana.
Jika hubungan tersebut berakhir tanpa alasan yang jelas, jangan pernah salahkan mantan atau bajingan. Kita juga tak mesti memaksa bajingan itu untuk kembali bersama. Winch justru menyarankan supaya kita menghargai diri sendiri dengan memberi sugesti pada pikiran bahwa "dia telah melanggar komitmen".
Dengan mengerti kenapa hubungan tersebut bisa berakhir, secara tidak langsung dapat membuat diri sendiri tidak lagi berharap untuk balikan. Dari keadaan tersebut, kita tetap bisa menjalani hidup yang lebih indah.
2. "Stalking" media sosial si Bajingan Atau Mantan
Apabila kita sering melihat koleksi sang bajingan atau mantan, kita bakalan menemukan sesuatu yang bikin nyengsek di hati. Pastinya kita bakalan menemukan foto dia bersama kekasih barunya, sehingga kecemburuan tak jelas bakalan membuat kita susah move on. Mengintip sosmed sang bajingan atau manta, hanya dapat membuat kita gagal move on.
Berikut Solusinya
Menurut Winch, godaan stalking sosmed mantan harus di hapus. walaupun tampaknya sangat bocah, untuk tidak berteman atau tidak mengikuti media sosial sang mantan, adalah hal yang effektive sebab kita harus memikirkan diri sendiri.
Bukan hanya itu, kita harus mempersempit akses buat menyakiti diri sendiri dengan membuka perih lama bersama sang bajingan. Memblokade semua media sosial merupakan suatu cara kita membatasi akses bersama sang mantan. Dengan otomatis, cara tersebut pastinya akan membuat kita lebih baik.
3. Selalu Menangis Walaupun Hal Yang Sepele.
Hal sepele terkadan dapat membuat kita menangis. contohnya, pada saat kita lupa membawa payung ketika hujan, atau kita marah pada seorang teman karena hal sepele. Kita bahkan berfikir jika mental kita terganggu. Akan tetapi, kita jangan sampai kehilangan akal. Hormon stres kortisol yang berperan besar pada perilaku yang tak menentu itu.
Berikut Solusinya
Rasa sakit secara emosional dikarenakan suatu perpisahan kerap menyebabkan tubuh memproduksi kortisol yang tinggi serta menekan sistem kekebalan tubuh, dan mempengaruhi mekanisme penyembuhan.
Winch berpendapat, langkah pertama dalam memperbaiki masalah adalah memahami bahwa hal tersebut adalah wajar. Jadi, apabila hal-hal yang paling kecil membuat kita putus asa, luangkan waktu untuk menyadari jika reaksi kita kemungkinan besar disebabkan oleh respons tubuh terhadap perpisahan. Bangunlah.., reaksi itu bukan di sebabkan oleh kepribadian permanen yang baru. Seperti sedih, marah atau penolakan akan cinta.
4. Selalu Merasa Bersalah
Selalu merasa bersalah karena perpisahan merupakan hal yang dapat membuat kita gagal move on, dan pastinya menyebabkan kita larut pada kesedihan. Kita selalu bertanya-tanya, "Apa salah Saya?". Menyerah pada pikiran negatif dapat mempengaruhi usaha untuk memperbaiki patah hati sia-sia.
Berikut Solusinya
Menurut Winch, jika dua orang berbeda -selain keluarga dekat kita, kembali membuat titik balik dalam hubungan yang sama, kemungkinan besar butuh waktu yang lama untuk menerimanya. Contohnya, jika banyak orang mengatakan, kita menarik, tapi kita berpikiran bahwa mereka hanya basa-basi, mungkin sudah saatnya menganalisis alasan mengapa kita tidak menerima pujian itu. Alasan yang mendasarinya mungkin rendah diri. Ini adalah sebuah pemikiran yang perlu dilepaskan.
5. Selalu Percaya Jika Sang Mantan adalah "orang terbaik"
Pada suatu hubungan yang berakhir, Kita selalu berfikir jika hubungan dengan sang bajingan atau mantan merupakan suatu hubungan terbaik. Hal tersebut membuat kita tidak bisa mengingat kekurangan sang mantan, bukan berarti bahwa dia tidak memiliki kekurangan.
Berikut Solusinya
Kita mesti selalu mengingat hal buruk tentang sang bajingan atau mantan. Akan tetapi, ini bukan berarti kita harus meyakinkan diri sendiri bahwa mereka sebenarnya adalah orang yang mengerikan. Sebagai gantinya, Winch mengatakan jika untuk mengobati patah hati, kita mesti mengingatkan diri sendiri tentang kekurangan dalam hubungan tersebut.
Jangan melihat lagi hal indah dalam hubungan yang telah kandas itu. Ingatlah bahwa bekas kekasih kita adalah orang yang tidak sempurna. Cara ini akan menghentikan kekhawatiran kita untuk kembali menemukan orang baru yang mampu mengisi hati.
6. Lari dari Kenyataan Tidak Mau Pergi Ke Lokasi Yang Terdapat Kenangan.
Menarik diri dari tempat-tempat di mana kenangan akan masa-masa bahagia masih terasa, mungkin terdengar sebagai solusi yang tepat. Akan tetapi, ini hanya bisa membuat hati menjadi lebih buruk ke depannya.
Berikut Solusinya
Winch mengatakan jika cara tersebut merupakan ide yang buruk. Sebaliknya, kita perlu "membersihkan" asosiasi kita dengan tempat-tempat tersebut. Caranya adalah dengan membuat kenangan baru pada tempat tersebut. Kita bisa membawa teman atau merayakan hal baru di tempat itu.
Dengan mencipatakan momen baru, kita bisa menyingkirkan kenangan buruk tersebut. Jadi, saat kalian tak sengaja melihat tempat yang penuh kenangan bersamanya, buatlah rencana untuk pergi bersenang-senang bersama kawan-kawan d tempat itu.
7. Lupa Dengan Jati Diri
Sebuah hubungan asmara adalah tentang "kita". Tapi, apa yang terjadi saat kita harus kembali dengan "diri sendiri"? Menurut Winch, penelitian telah menemukan, kegagalan untuk menemukan diri kita kembali meningkatkan tekanan psikologis dari patah hati.
Berikut Solusinya
Jangan membuat hati bisa mengendalikan diri kita. Ingatlah hal-hal yang kalian cintai dan lakukanlah. Walupun kegiatan tersebut merupakan hal yang biasa dilakukan dengan bekas kekasih, tetap lakukanlah.
Agar bisa terus berlanjut, kita perlu membina hubungan baik dengan diri sendiri saat belum merajut asmara bersamanya. Kita juga bisa merubah penampilan, seperti ke salon untuk mendapatkan gaya rambut baru.
8. Troma Dalam Membina Hubungan Baru Kembali
Apabila kalian takut dalam berkencan kembali, atau merasa membutuhkan lebih banyak waktu buat pulih dari patah hati, maka abaikan hal itu.
Berikut Solusinya
Menurut Winch, terdapat cara yang sempat ditemukan buat memprediksi penyesuaian yang lebih sehat dan cepat terhadap patah hati, adalah menemukan pasangan baru. Mungkin terasa salah, akan tetapi berkencan dengan orang baru bisa meningkatkan harga diri kita yang rapuh serta mengingatkan kita bahwa "ada banyak ikan lain di laut".
Kembali berkencan bakalan mengalihkan pikiran kita pada patah hati. Bahkan, kita mungkin bisa menemukan orang yang lebih tepat. Penderitaan patah hati mungkin tampak seperti pengalaman paling menyakitkan di dunia. Tapi, hampir semua orang bisa melewatinya. Jadi jika kalian mengalami patah hati, cobalah makan es krim, download Tinder, serta kembali berkencan.
Artikel Tersebut di Sponsori Oleh: