Apakah Masturbasi Dapat Menyebabkan Kerontokan?

Berita Kesehatan - Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan jika masturbasi akan mengakibatkan kerontokan pada rambut dengan kata lain, dapat mengalami kebotakan. Hal tersebut dikarenakan kandungan protein yang hilang pada saat masturbasi, ejakulasi yang menjadi penyebab akan hilangnya protein sehingga dapat menyebabkan rambut rontok. 

Dilansir dari Women's Health, terdapat sebagian pendapat yang mengatakan jika masturbasi dapat menambah hormon DHT yang bertanggung jawab atas rontoknya rambut pada pria. 

Akan tetapi banyak juga terdapat pendapat yang mengatakan jika dalam melakukan masturbasi tidak akan menyebabkan kerontokan pada rambut, seperti menurut beberapa pendapat ahli di bawah ini

Mona Gohara, M.D., dokter spesialis kulit pada Advanced DermCare dan associate profesor klinis di Yale School of Medicine menyebutkan, "Tidak terdapat korelasi ilmiah antara masturbasi dan rambut rontok," ungkapnya. "Pada awalnya, manusia bakalan menghadapi kerontokan rambut atau bahkan menghadapi kebotakan."

Menurut Gohara, hubungan seks dan ejakulasi secara umum tidak akan berpengaruh negatif pada kesehatan rambut Anda. Sebaliknya, terdapat sejumlah manfaat kesehatan dari masturbasi yang sudah memiliki bukti diantaranya adalah menghilangkan stres, tidur yang lebih baik, serta meningkatkan kebahagiaan.

"Penyebab dari kerontokan rambut dikarenakan oleh kombinasi dari faktor genetika dan lingkungan Anda," ungkap Joshua Zeichner, M.D. direktur penelitian kosmetik dan klinis pada bidang dermatologi di Mount Sinai Hospital. 

"Bukan hanya itu saja, terdapat faktor yang tidak bisa anda kendalikan misalkan seperti faktor keturunan." Selain itu terdapat faktor-faktor lain seperti bagaimana proses diri anda dalam merawat rambut. 

Menuru Zeichner, terlalu ketat saat menguncir rambut bakalan dapat memberi tekanan pada akar rambut sehingga berkontribusi pada penipisan dari akar rambut. Menurut Gohara faktor lain yang berkontribusi pada rambut rontok adalah perubahan hormon, masalah tiroid, anemia, defisiensi vitamin, autoimunitas, obat-obatan tertentu, dan stres secara emosional atau fisiologis.

Artikel ini Disponsori Oleh:
Situs Poker Online - BandarKomoQQ

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Arsip Blog

Sponsored By

Daftar BandarKomoQQ

Situs Poker Online BandarKomoQQ

Promo BandarKomoQQ

Download Aplikasi Mobile

Pages