Berita Politik - Elektabilitas dari pak Joko Widodo pada kalangan non muslim sedikit tertinggal setelah bergandengan dengan Ma'ruf Amin yang menjadi cawapres pada pemilihan presiden di tahun 2019. Sebelumnya elektabilitas dari pak Jokowi telah mencapai 70,3 persen.
Akan tetapi disaat pak jokowi berpasangan dengan Ketua MUI, hal tersebut menyebabkan penurunan sampai dengan 51,5 persen.
Peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, telah menilai tentang sosok dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dapat mendapatkan suara dari non muslim yang telah meninggalkan Jokowi.
"Apakah Ahok dapat mengontrol dukungan, saya pikir bisa. Saya memperhitungkan, jika Ahok masuk, akan membuat penambahan bagi pemilih nonmuslim untuk tetap atau tidak dalam meninggalkan Pak Jokowi. yang artinya mereka akan tetap memilih pasangan Jokowi-Ma'ruf," kata Adjie di kantor LSI, Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa
Akan tetapi, Adjie menghimbau, jika kembalinya pak Ahok akan menjadi bumerang bagi kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.
hal tersebut dapat mengingat jika kelompok pemilih muslim memiliki kemungkinan dalam menarik dukungan jika Ahok bergabung. Adjie menghimbau, kubu Jokowi-Ma'ruf harus agak berhati-hati dalam menggunakan pengaruh pada sosok pak Ahok.
"Cara memasuki pak ahok harus elegan, Jika tidak dapat memicu keadaan yang membuat para pemilih muslim pergi ya," kata Adjie.
Adjie menyatakan, jika isu Ahok bergabung dengan tim Jokowi-Ma'ruf Amin sebelumnya sudah sempat berhembus. Akan tetapi, hal tersebut sempat memudar. Adjie memperkirakan jika hal tersebut dilakukan agar membuat para pemilih muslim akan tetap berada pada kubu Jokowi-Ma'ruf.
"Mereka mengerti, jika dengan kembalinya pak Ahok dapat mengganggu pemilihan pak Jokowi pada sektor muslim. Hal tersebut tidak lari dari kemungkin strateginya bakalan lebih tertutup," kata Adjie.
Seperti yang kita ketahui, Survei LSI Denny JA kali ini akan diselenggarakan pada 12 Agustus-19 Agustus 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling.
Wawancara akan dilakukan dengan menggunakan metode tatap muka ke 1.200 responden serta dilengkapi focus group discussion dan wawancara mendalam.
Hasilnya, hal tersebut membuat Jokowi-Ma'ruf Amin unggul dengan tingkat persentase sebesar 52,2 sementara Prabowo-Sandiaga hanya 29,5 persen. Terdapat sekitar 18,3 persen yang belum memberikan dukungan (undecided voters) .
Artikel ini di Sponsori Oleh:
Poker Online Indonesia - BandarKomoQQ












Tidak ada komentar:
Posting Komentar